5 Film Terbaik Tahun 2018 (Januari-Juni)

5 Film Terbaik Tahun 2018 (Januari-Juni)

Tak terasa tahun 2018 sudah mencapai setengah tahun. Banyaknya film-film yang rilis di tahun 2018 ini membuat banyak pilihan untuk dimasukkan kedalam chart 5 film terbaik 2018 sejauh ini versi saya. Ingat ya, ini versi saya jadi apapun yang saya tonton dan saya pilih bagus dan pantas untuk dimasukkan kedalam chart ini tanpa ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Hahaha terlalu serius ya. Okelah gak perlu lama-lama basa-basi langsung aja ini dia 5 film terbaik tahun 2018.


1. Hereditary




Durasi : 127 Menit
Genre : Drama-Horror-Misteri
Sutradara : Ari Aster

Hereditary menjadi film debutan dari sutradara Ari Aster, yang sebelumnya lebih sibuk dengan proyek-proyek film pendeknya. Hereditary sendiri melakukan debut penayangannya di Sundance Film Festival 2018 dan mendapatkan beragam pujian dari para penontonnya. Hereditary berkisah tentang duka yang menyelimuti keluarga Graham setelah kematian ibu sekaligus nenek mereka. Setelah kematiannya yang penuh misteri, satu persatu misteri kematian sang nenek mulai terpecahkan namun juga mengancam nyawa keluarga Graham.

Hereditary adalah horror psikologi yang jelas bukan seperti horror mainstream kebanyakan seperti Insidious ataupun The Conjuring yang jelas menjual jumpscare, scoring dan penampakan-penampakan hantu sebagai alat untuk menakut-nakuti penontonnya. Ia lebih sabar untuk meneror penontonnya dengan tempo yang agak lambat, atmosfir yang suram dan scoring yang pelan-pelan mencengkram rasa takut penontonnya. Kehebatan seorang sutradara debutan yang jelas terlihat disini ketika elemennya sebagai horror psikologi begitu efektif untuk membuat penontonnya merasakan rasa yang tak nyaman dan takut yang tak biasa. Saat berhasil di sisi teknisnya, Hereditary masih punya amunisi bernama Toni Collete, sosok ibu dengan sisi depresifnya yang begitu solid bahkan dari awal film dimulai hingga film berakhir. Milly Shapiro juga berhasil mencuri atensi penonton lewat wajahnya yang sangat "berkarakter" dibalik screening time nya yang terbatas. Pun dengan Alex Wolff yang tampil bagus dan tidak hanya menjadi pelengkap. Babak final Hereditary menjadi babak yang sungguh brilian ketika rasa takut, gelisah, dan khawatir sudah bercampur menjadi satu.

Hereditary bukan jenis horror yang mudah dikunyah meskipun andai dikategorikan, presentasi film ini masih mendekati horror mainstream kebanyakan. Bagi penonton yang tak terbiasa mungkin akan merasa menjenuhkan apalagi durasinya yang panjang hingga 127 menit. Tapi, Hereditary punya aturan untuk bisa menikmatinya sebagai horror psikologis. Pertama, tinggalkan ekspektasi sebagai horror mainstream macam The Conjuring / Insidious. Kedua, fokuskan pikiran kepada layar hingga filmnya usai dan rasakan magisnya sebagai horror psikologis. Dan terakhir, selamat menikmati segala ketakutan dan kegilaannya selama 2 jam !

IMDb : 7.6
RottenTomatoes : 89% certified fresh !
Metascore : 872. ISLE OF DOGS



Durasi : 101 Menit
Genre : Animasi-Petualangan-Komedi
Sutradara : Wes Anderson

Isle of Dogs menjadi pilihan kedua saya. Isle of Dogs sendiri berkisah tentang negara Jepang di masa depan ketika petualangan seorang anak bernama Atari Kobayashi yang mencari anjing peliharaannya, Spots di sebuah pulau sampah bersama kelima anjing liar yang terbuang ditengah situasi panas tentang kekejaman walikota Kobayashi terhadap anjing.

Isle of Dogs adalah sebuah animasi stop-motion yang luar biasa. Premisnya memang sederhana tentang relasi manusia dan hewan dengan segala petualangannya yang menyenangkan. Namun, bukan hanya itu nilai lebih film ini melainkan sisi teknis yang luar biasa dan tanpa melupakan ciri khas dari sang sutradara disetiap filmnya. Detail yang luar biasa dari setnya yang terasa hidup, humor aneh mengocok perut, lensa wide angle hingga sokongan jajaran cast luar biasa yang mengambil bagian menjadi pengisi suaranya.

Seperti mendapatkan magis saat menonton ini, Isle of Dogs berhasil membuat saya terpukau dan tidak terasa 100 menit waktu saya menghadap layar laptop dengan begitu takjubnya tanpa berpaling dari layar.

IMDb : 8.1
RottenTomatoes : 89% certified fresh !
Metascore : 82


3. A QUIET PLACE


Durasi : 90 Menit
Genre : Drama-Horror-Fiksi Ilmiah
Sutradara : John Krasinski

Pilihan ketiga jatuh kepada A Quiet Place yang juga menandai kali kedua John Krasinski menjadi sutradara pasca film pertamanya yang dirilis pada 2009 lalu berjudul Brief Interviews with Hideous Men. A Quiet Place berkisah tentang kehidupan manusia yang terpasung pasca kedatangan monster-monster ganas yang buta namun memiliki kepekaan yang luar biasa terhadap suara-suara didekatnya. Salah satu keluarga yang juga harus bertahan hidup dari ganasnya monster yang mengancam nyawa mereka.

A Quiet Place menjadi salah satu horror invasi monster terbaik yang pernah dibuat sejauh ini. Berbekal premis sederhananya tentang invasi monster yang sudah bolak-balik digunakan film-film lain yang sejenis, A Quiet Place mampu memamerkan sisi teknisnya yang luar biasa. A Quiet Place sanggup mencengkram rasa takut penontonnya dengan tensi serta atmosfer yang solid sejak menit awal. Rasa takut yang sama yang ditularkan ke penontonnya yang turut dipaksa untuk menahan nafas dihampir sepanjang durasinya.

Krasinski bersama Emily Blunt yang juga tak lain adalah istrinya sanggup memaksimalkan durasinya yang hanya 90 menit menjadi sajian yang super efektif. Kekuatan akting pun dipamerkan pasutri ini dengan begitu bagus hingga memancing emosi penontonnya apalagi di paruh terakhir film.

IMDb : 7.9
RottenTomatoes : 95% certified fresh !
Metascore : 82


4. READY PLAYER ONE



Durasi : 140 Menit
Genre : Aksi-Petualangan-Fiksi Ilmiah
Sutradara : Steven Spielberg

Nama Steven Spielberg di kancah perfilman hollywood rasanya sudah tidak patut diragukan kualitasnya. Puluhan film-film hebat silih berganti ia sutradarai dengan hasil yang memuaskan baik itu kualitas film ataupun finansial. 2018 ini, ia menelurkan sebuah karya baru bergenre petualangan fiksi ilmiah bertajuk Ready Player One. Ready Player One berkisah tentang dunia dimasa depan ketika orang-orang khususnya para gamers saling bertarung untuk mendapatkan easter egg, yaitu peninggalan dari sang pencipta game OASIS bernama Halliday. Diantara mereka yang bertarung, terdapat seorang remaja bernama Wade.

Spielberg jelas berhasil dalam membangun segala imajinasi nya yang teramat liar dalam dunia Ready Player One. Apalagi dengan budget yang teramat besar tentunya CGI nya jelas berhasil memanjakan mata. Ready Player One juga menjadi sebuah petualangan besar dengan segala macam pop culture nya yang berserakan, dan bagaimana komedi satirnya atas perbudakan dunia teknologi terhadap manusia.

Dengan budgetnya yang teramat besar, Spielberg jelas berhasil membuat audiens nya terpukau. Dari CGI kelas wahid, pop culture dunia game dan film yang berserakan sepanjang durasinya hingga sindirannya terhadap perbudakan teknologi terhadap manusia.

IMDb : 7.7
RottenTomatoes : 73% certified fresh !
Metascore : 64


5. Avengers : Infinity War



Durasi : 149 Menit
Genre : Aksi-Petualangan-Fantasi
Sutradara : Anthony Russo - Joe Russo (Russo Brothers)

Avengers : Infinity War seolah menjadi "klimaks" dari 10 tahun perjalanan Marvel sekaligus melenggang unggul jauh dari tetangganya yang masih tertatih-tatih dalam membangun universe baru. Ditangani duet sutradara yang bertanggung jawab atas kesuksesan serta keberhasilan 2 seri terakhir Captain America, penayangan Avengers : Infinity War april lalu jelas mustahil untuk tidak ditunggu. Avengers : Infinity War berkisah tentang ancaman kehancuran bumi dan semestanya yang datang dari Thanos, sosok jahat yang ingin mengurangi populasi umat manusia dengan mengumpulkan 6 batu abadi yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Avengers : Infinity War jelas menjadi sebuah kebanggaan akan perjalanan Marvel mengarungi dunia perfilman dengan karakter-karakter superhero nya. Bagaimana tidak, Russo Brothers berhasil memberikan porsi yang seimbang pada seluruh karakternya yang berjubelan dalam satu film yang sama. Dan Infinity War menjadi seri terbaik dalam mengalirkan emosinya kepada penonton terutama pada paruh akhir filmnya dan dengan karakter Thanos yang begitu solid dan kuat.

Avengers : Infinity War adalah sebuah "klimaks" yang nendang dengan segala karakternya yang saling berjubelan lewat sebuah momen-momen emosional yang terasa "nonjok" terutama bagi para penonton setianya lewat pertempuran berskala masif dengan balutan yang seru, megah, mewah, dan pastinya emosional.

IMDb : 8.8
RottenTomatoes : 83% certified fresh !
Metascore : 68




*Film-film yang masuk nominasi Oscar 2018 tidak termasuk karena filmnya sendiri rilis tahun 2017.

*Pilihan chart film-film ini berdasarkan posisi dari yang terbaik.

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates