Review #3 -BLOOD FATHER (2016)-

-BLOOD FATHER-


Sinopsis :

Mantan narapidana John Link yang baru bebas dari penjara hidup bahagia setelah menemukan kembali anaknya yang sudah lama terpisah.Namun kini John harus siap melindungi anaknya yang sedang diburu oleh kelompok gangster narkoba pimpinan Jonah.

=====

Mungkin kita semua setuju bahwa film bergenre action adalah tipe film "sejuta umat" bagi siapapun penikmat film entah apapun alasannya.Biasanya,mereka menyukai film genre ini karena suka dengan bisingnya suara peluru dari berbagai macam senjata dan alat tempur lain,efek-efek ledakan yang mahal hingga car chase/kejar-kejaran bombastis yang bisa menggenjot jantungmu.Tapi kita semua juga tahu bahwa dalam 5 tahun terakhir,hanya Mad Max : Fury Road yang berhasil berjaya di ajang penghargaan sekelas oscar dengan memborong 6 piala sekaligus mengalahkan pesaingnya macam The Revenant,Room,Spotlight.Dan ini dia sajian aksi-thriller terbaru,Blood Father.

Dimulai ketika John Link (Mel Gibson) dibebaskan dari penjara atas kasus mabuk-mabukan yang membuatnya sadar dan berjanji untuk tak lagi melakukannya.Tak hanya bebas dari penjara,kebahagiaan John makin lengkap kala ia bertemu putrinya,Lydia (Erin Moriarty) yang datang tak hanya membawa kebahagiaan tapi juga membawa masalah lantaran baru saja tak sengaja menembak kekasihnya seorang pengusaha real estate yang juga mafia narkoba,Jonah (Diego Luna).Dengan sifatnya sebagai seorang ayah,tentu saja John pasti akan melindungi putrinya dari kejaran anak buah Jonah.

Menilik diatas,sudah jelas Blood Father masih memiliki premis yang basi ala survive bapak-anak yang sudah bolak-balik dipakai berbagai macam genre film termasuk action.Belum lagi,skenario yang ditulis Peter Craig dan Andrea Berloff ternyata seperti kata pepatah "sudah jatuh tertimpa tangga" dengan kedalaman cerita yang yah! bisa dibilang seadanya.Semakin kecewa ketika melihat chemistry bapak-anak ala Gibson-Moriarty kurang bagus entah kualitas akting yang kurang atau porsi keduanya yang kurang banyak.Saya masih sabar menunggu jualan utama dari kebanyakan film aksi,ya pastinya adegan aksi yang memukau ditambah adegan adegan yang bisa menggenjot jantung yang sangat disayangkan membuat saya kembali kecewa dengan adegan-adegan aksi yang hanya "secuil" dan dengan tensi yang sebenarnya kurang.

Cast nya pun masih menjual Mel Gibson,yang disayangkan karakternya tak sehebat William Wallace di Braveheart 21 tahun yang lalu.Gibson seperti hanya mengisi waktu luangnya dengan menjadi hero bagi siapapun duetnya dan di film manapun.Erin Moriarty yang diharapkan bisa menambal kekurangan Gibson pun tak menarik menjadi bahan utama jualannya apalagi Diego Luna yang didapuk sebagai villain utama yang meh! utamanya di 20 menit akhir.

=====

Overall,Blood Father tidak menyajikan film bergenre aksi-thriller yang baru.Premis yang sudah usang dikombinasikan dengan struktur penceritaan yang lemah dan tergolong "seadanya".Apalagi elemen actionnya sebagai bahan utama jualannya juga tak sanggup menolong banyak Blood Father hingga jatuh ke jurang bernama "Action Movie Class B-".


Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates